Audiometri adalah pemeriksaan yang mengukur kemampuan pendengaran seseorang. Pemeriksaan ini membantu mendiagnosis berbagai gangguan pendengaran dan menentukan tingkat keparahannya.
Jenis Gangguan Pendengaran yang Dapat Dideteksi
- Gangguan Pendengaran Konduktif: Masalah pada telinga luar atau tengah
- Gangguan Pendengaran Sensorineural: Masalah pada telinga dalam atau saraf pendengaran
- Gangguan Pendengaran Campuran: Kombinasi konduktif dan sensorineural
- Tinnitus: Telinga berdenging
- Hiperakusis: Sensitivitas berlebihan terhadap suara
Siapa yang Perlu Melakukan Audiometri?
- Kesulitan mendengar percakapan
- Sering meminta orang mengulang perkataan
- Volume TV atau radio terlalu keras
- Telinga berdenging (tinnitus)
- Bekerja di lingkungan bising
- Riwayat infeksi telinga berulang
- Usia di atas 50 tahun
- Medical Check Up untuk pekerja
Prosedur Pemeriksaan
- Pasien duduk di ruangan kedap suara
- Headphone dipasang di telinga
- Berbagai frekuensi suara diputar
- Pasien menekan tombol saat mendengar suara
- Pemeriksaan dilakukan untuk kedua telinga
- Hasil direkam dalam bentuk audiogram
Persiapan Sebelum Audiometri
- Hindari paparan suara keras 16 jam sebelum pemeriksaan
- Bersihkan telinga dari kotoran (jika perlu)
- Informasikan riwayat infeksi telinga
- Tidak perlu puasa
Manfaat Audiometri
- Deteksi dini gangguan pendengaran
- Monitoring kesehatan pendengaran pekerja industri
- Evaluasi sebelum pemasangan alat bantu dengar
- Pemantauan efektivitas pengobatan
Pencegahan Gangguan Pendengaran
- Gunakan pelindung telinga di lingkungan bising
- Batasi volume headphone/earphone
- Hindari membersihkan telinga dengan cotton bud
- Segera obati infeksi telinga
- Lakukan pemeriksaan rutin jika berisiko
Klinik Mustika Sangsaka menyediakan layanan audiometri untuk pemeriksaan pendengaran yang akurat. Deteksi dini gangguan pendengaran dapat mencegah penurunan fungsi pendengaran lebih lanjut.